Contact to us

javlibrary.pro apetube porn hub xxx porn xlxx.pro borwap.pro freeindianporn.mobi onlyindianporn.net javpussy.net javidol.org rajwap sfico.info freejavporn.mobi x video 2beeg.mobi

Global Azure Bootcamp 2019

By | Event, News, Talks | No Comments

Di bulan lalu, DycodeEdu bekerjasama dengan Microsoft Indonesia berhasil mengadakan event tahunan Microsoft yang bertajuk Global Azure Bootcamp. Ini adalah gelaran ke 6 yang diadakan Microsoft Indonesia. Acara yang dilaksanakan serentak di dunia ini diisi oleh praktisi-praktisi Azure dan juga Microsoft MVP.

Acara yang dimulai pada pukul 8 pagi itu dibuka dengan antusiasme peserta yang ingin mendapatkan ilmu dari para praktisi. Global Azure Bootcamp di Bandung ini sedikit berbeda dengan di daerah lain. Tidak hanya diisi seminar, di acara ini ada hands-on tentang Azure yang bisa didapatkan peserta dengan membeli tiket tambahan di laman eventbrite.

Di sesi pertama, hadir sebagai keynote yaitu Yos Vicenzo sebagai perwakilan Microsoft Indonesia. Beliau memberikan pandangan mengapa harus memakai Azure dan layanan apa saja yang bisa dipakai oleh developer. Selain sebagai web service yang mumpuni, Yos pun memberikan fitur-fitur yang bisa dipakai untuk Machine Learning dan Internet of Things. Di akhir sesinya, ia memberikan hadiah kepada beberapa peserta yang beruntung. Setelah sesi Yos berakhir, Alwin Arrasyid — Firmware Lead Engineer DycodeX unjuk gig untuk berbagi pengalamannya memakai beberapa Azure Service yang dipakai oleh DycodeX di beberapa produk mereka.

Setelah dua pembicara selesai, acara dilanjutkan dengan coffee break lalu disambung lagi dengan sesi seminar Andri Yadi selaku CEO DycodeX. Tidak jauh berbeda dengan Alwin, Andri Yadi juga menjelaskan Azure dari sisi value bisnis yang bisa diaplikasikan untuk peserta yang ingin membangun startup dengan menggunakan Azure. Setelahnya, ada tiga pembicara lagi yaitu Agus Kurniawan, Aria Wardhana dan Bagus Setiadi.

Semoga dengan diadakannya acara Global Azure Bootcamp meningkatkan ekosistem developer di Bandung khususnya semakin baik lagi.

 

Acara ini ditutup dengan panel diskusi dari Andri Yadi, Agus Kurniawan, dan Aria Wardhana yang banyak membahas tentang perkembangan web service yang sedang banyak digeluti.

Best of Microsoft Build: Viewing Party 2019

By | Event, News, Talks | No Comments

Acara tahunan Microsoft Build kembali digelar di Seattle, Washington, Amerika Serikat selama tiga hari pada 30 hingga 1 April 2019 lalu. Dengan tingginya antusiasme masyarakat terutama para developer, maka Microsoft menggelar nonton bersama acara Microsoft Build ini secara serentak se-Asia Pasifik. Di Indonesia sendiri, acara nonton bersama Microsoft Build diadakan di empat kota yaitu Jakarta, Bandung, Purwokerto dan Yogyakarta.

DycodeEdu berkesempatan menjadi partner penyelenggara acara nonton bersama Microsoft Build ini di Kota Bandung. Acara digelar di Paberik Kopi Upnormal Coffee Roaster Cihampelas, Bandung dan di mulai pada pukul 5 sore. Mengusung tema yang fun dan interaktif, keempat puluh peserta yang hadir dapat menonton acara ini sambil menikmati makanan yang telah disediakan.

Video utama dan yang menjadi highlight adalah penjelasan dari CEO Microsoft Satya Nadella mengenai teknologi yang telah dan sedang dikembangkan Microsoft hingga saat ini. Para peserta acara ini mendapat keuntungan lebih dari sekadar menonton video Microsoft Build namun juga dapat berdiskusi dengan para ahli di bidangnya yaitu dengan Pak Andri Yadi yang merupakan CEO dan Founder DyCode dan DycodeX sekaligus salah satu Microsoft MVP dan juga bersama Pak Risal Law yang merupakan Dosen di Universitas Kristen Maranatha Bandung dan juga Mircrosoft MVP.

Tak sampai disitu saja, setelah melakukan diskusi acara dilanjutkan dengan demo yang berhubungan dengan teknologi Microsoft oleh IoT Software Lead DycodeX, Alwin Arrasyid dan Pak Andri Yadi. Acara diakhiri dengan foto bersama para peserta, pembicara dan juga panitia acara. Melihat cukup tingginya minat para peserta yang hadir pada acara ini diharapkan akan ada event-event serupa untuk para developer maupun masyarakat umum di waktu mendatang.

Training IoT bersama Bio Farma

By | Business, Training | No Comments

DycodeEdu kembali menggelar pelatihan IoT, kali ini bersama salah satu BUMN yang bergerak dalam bidang life science, Bio Farma, setelah sebelumnya DycodeEdu sukses menggelar pelatihan IoT perdana bersama XL Axiata pada bulan lalu. Pelatihan kali ini digelar di kantor Bio Farma di Jalan Pasteur, Kota Bandung dan berlangsung sejak Selasa (7/5/2019) hingga Kamis (9/5/2019).

Pada pelatihan kali ini tim DycodeEdu kembali diwakili oleh Lead Software Engineer, Alwin, dan Firmware Developer kami, Samuel. Peserta pelatihan kali ini berjumlah sepuluh orang yang terdiri atas para pegawai Bio Farma. Materi yang diberikan kepada peserta merupakan materi silabus untuk level expert.


Pelatihan ini juga masih akan berlanjut pada pekan depan selama dua hari yaitu pada hari Selasa (14/5/2019) dan Rabu (15/5/2019). Mengingat pesatnya perkembangan teknologi terutama IoT beberapa waktu belakangan ini, tentu saja pelatihan ini diharapkan akan bermanfaat dalam mengembangkan life science di Indonesia.

Bagi kalian yang tertarik untuk mengikuti training IoT, baik corporate, komunitas atau pun individu dapat langsung menghubungi kami melalui email atau pun nomor telepon yang tertera di halaman web ini. Tidak terbatas pada pelatihan IoT, DycodeEdu juga menyediakan pelatihan bagi Ios dan Android. Sampai jumpa di training-training selanjutnya!

Langkah Pertama Jadi iOS App Developer Dimulai Dari Sini

By | News, Training | No Comments

 

Setelah sukses dengan program Android Bootcamp, kini Dycode Edu membuka kesempatan bagi kamu untuk mengikuti porgram Dycode Edu iOS App Development Academy. Program pelatihan tanpa biaya, khusus bagi kamu yang memenuhi syarat dan ketentuan untuk mengikuti program ini.

Apa saja sih syaratnya ?

Persyaratan Calon Peserta Edu iOS Bootcamp
  1. Melengkapi persyaratan administratif berupa CV lengkap, Contoh Project/ Portofolio yang di unduh di laman pendaftaran.
  2. Tidak terikat dalam bentuk perjanjian kerja apapun dengan lembaga lain.
  3. Memilki latar belakang pemograman atau pengetahuan meliputi :
    1. Konsep algoritma dan struktur data
    2. Konsep OOP (Object Oriented Programming)
    3. Konsep MVP/MVC
    4. Telah mempelajari basis data terutama SQL
    5. Terbiasa dengan terminal
    6. Diutamakan bagi yang memiliki Macbook dengan kapasitas memory 8GB
  4. Bersedia menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa pendaftar :
    1. Bersedia mengikuti skema yang diberikan dalam program Edu iOS Bootcamp
    2. Mendapat persetujuan dari orang tua ( Surat persetujuan orang tua)
    3. Tidak sedang menempuh pendidikan atau sedang bekerja di lembaga apapun
    4. Menandatangani Surat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
    5. Memenuhi batas usia pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftar yaitu paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun
    6. Telah menyelesaikan jenjang pendidikan minimal SMK/ D3 / S1 diutamakan jurusan Informatika
  5. Tidak sedang menempuh jenjang pendidikan lain atau dalam program beasiswa

Bagi kamu yang merasa memenuhi persyaratan di atas, segera daftarkan diri kamu sekarang juga! Karena sayangnya untuk program kali ini, peserta terbatas hanya untuk 5 ( lima ) orang.

Sampai jumpa di program ini !

Skill dasar yang Harus dimiliki Programmer

By | News | No Comments

Pada umumnya programmer  tidak akan lepas dari logikaalgoritma, dan matematika. Namun ada hal-hal yang mendasar yang perlu programmer kuasai juga, yuk simak ulasan berikut:

1. Bisa Bahasa Inggris

Sumber: tribunnews

Kamu harus bisa bahasa inggris karena bahasa inggris adalah skill yang harus dimiliki programmer, karena sebagian besar dokumentasi dan bahasa pemrograman menggunakan bahasa inggris.

Bahasa inggris akan membantumu lebih mudah:

  • Membaca dokumentasi
  • Memahami pesan error
  • Bertanya di forum global
  • Belajar dari web luar negri
  • Mencari referensi
  • dll.

Minimal kamu bisa bebahasa inggris secara pasif, jadi buat kamu yang belum bisa bahasa inggris, mulailah belajar dari sekarang. Karena tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang positif.

2. Membaca Dokumentasi

Sumber: Unsplash

Setiap bahasa pemrograman ataupun pendukungnya pasti disertakan dokumentasi cara penggunaanya, biasanya sulit dipahami oleh beberapa programmer ada beberapa alasan antara lain sebagai berikut:

  1. Dokumentasi dikemas dengan bahasa teknis yang membosankan untuk dibaca
  2. Screenshot kurang lengkap (karena pemula butuh screenshot meskipun itu hanya perintah CLI)
  3. Menggunakan bahasa inggris

Meskipun begitu, dokumentasi adalah hal pertama yang harus kamu baca bila akan belajar teknologi baru. Agar kamu bisa memahami dokumentasi dari suatu teknologi dokumentasi biasanya ada beberapa macam cara yaitu:

  1. Menonton tutorial di youtube
  2. Dalam bentuk referensi atau penjelasan tentang fungsi, classs, objek, variabel, dll.
  3. Membaca FAQs (pertanyaan yang sering ditanyakan)

3. Membaca Code Program

Sumber: Unsplash

Membaca source code kelihatannya memang mudah. hal itu akan terasa jikalau kita membaca source code yang kita tulis sendiri. Logikanya sudah kita pahami

Tapi…

Saat membaca source code milik orang lain, agak susah untuk memahaminya hehehe

Skill membaca source code ternyata skill yang harus dimiliki selain skill menulisnya. Karena kita tidak akan menulis kode sendirian. Akan ada source code dari anggota tim yang lain.

Ada beberapa tips nih:

  • Baca srouce code dari bawah ke atas
  • Baca bagian yang kamu pahami dulu
  • Baca keterangan pada kometnarnya
  • Sering-sering gentayangan di Github dan Stackoverflow

4. Debugging

Sumber: sjinnovation

Debugging adalah sebuah aktivitas mencari bugs atau masalah di dalam kode program (source code).

Dinamakan bug karena dulu sejarahnya ada seekor bug (serangga) yang menempel pada mesin komputer dan mengakibatkan masalah. Setelah ditelusuri ternyata penyebabnya Si bug. Akhirnya istilah ini menjadi populer hingga saat ini.

Pada skill debugging, kamu harus mampu:

  • Mamahami maksud pesan error dan masalah lainnya
  • Mencari di baris ke berapa letak errornya
  • Analisis penyebabnya
  • Mengatasi error

Proses debugging ini bisa jadi lebih lama dari proses menulis kode. Bahkan ada yang sampai berminggu-minggu tidak menemukan sumber masalahnya.

Karena itu, programmer tidak bisa disamakan dengan buruh. Kita tidak akan pernah tahu, masalah dan error seperti apa yang akan terjadi meskipun sudah pernah membuat sistem yang sama.

Biasanya programmer yang malas, saat menemukan error akan langsung dilempar ke forum. Karena ia tidak mau debug programnya sendiri.

Debugging sebaiknya dilakukan sendiri, karena dampaknya akan terasa pada diri kita sendiri.

5. Skill Untuk Googling

Sumber: magazine.job-like.com

Ketika kamu tidak tahu atau stuck saat debugging, mau minta bantuan ke mana?

Yang pertama tentunya Google. Setelah itu baru kita bertanya ke teman atau forum. Saat Googling, pastikan menggunakan katakunci yang tepat dan menggunakan bahasa inggris. Pastikan bertanya dengan menyertakan infomasi yang detail, lengkap, dan jelas.

Nah itulah beberapa skill dasar  yang harus dimiliki programmer untuk mempermudah dalam belajar teknologi apapun.

Semoga Bermanfaat

Mengenal Python, Bahasa Pemograman yang Mudah Dipelajari

By | News | One Comment

Sumber : www.edureka.co/blog/python-programming-language

 

Mau belajar bahasa pemrograman python, tapi masih bingung mulainya dari mana?

Tenang…

Karena pada artikel ini, kita akan membahas persiapan awalnya sampai tuntas:

  • Apa itu Python dan kenapa belajar Python?
  • Apa saja alat-alat yang diperlukan untuk belajar python?
  • Bagaimana cara membuat program python?
  • Apa yang harus dipelajari selanjutnya?

Mari kita bahas semuanya…

Apa itu Python?

Python merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang diracik oleh Guido van Rossum.

Python banyak digunakan untuk membuat berbagai macam program, seperti: program CLI, Program GUI (desktop)Aplikasi MobileWeb, IoT, Game, Program untuk Hacking, dsb.

Python juga dikenal dengan bahasa pemrograman yang mudah dipelajari, karena struktur sintaknya rapi dan mudah dipahami.

(Python bagus untuk pemula yang belum pernah coding)

Kenapa belajar Python?

Pernah melihat meme ini?

Hello World java, c++, python

Python memang sangat sederhana dibandingkan bahasa yang lainnya. Tidak perlu ini dan itu untuk membuat program Hello World!.

Bahkan tagline di websitenya menjelaskan, kalau python akan membuatmu bekerja lebih cepat dan efektif.

Python is a programming language that lets you work quickly and integrate systems more effectively.

Jadi kenapa belajar Python?

  1. Cepat dan efektif;
  2. Mudah dipelajari;
  3. Banyak digunakan di perusahaan besar;
  4. Sekedar ingin tahu saja.
  5. …(tambahkan sendiri)

Persiapan Alat untuk Belajar Pemrograman Python

Apa saja alat-alat yang harus dipersiapkan untuk belajar pemrograman python?

  1. Python: Interpreter yang menerjemahkan bahasa python ke bahasa mesin, sehingga program bisa dijalankan.
  2. Teks Editor/IDE: Program yang digunakan untuk menulis kode.

Bagaiaman cara install Python?

Bagi pengguna Linux, Python tidak perlu diinstal. Karena Sebagian besar distro Linux sudah menyediakannya secara default.

Untuk mengeceknya, silahkan ketik perintah python --version di terminal.

$ python --version
Python 2.7.12

Bagi pengguna Windows, silahkan baca Cara Install Python di Windows.

Python Versi 2 vs Python Versi 3

Ada dua versi Python yang beredar saat ini, yaitu versi 2 dan 3.

Apa perbedaanya?

Python versi 2 merupakan versi yang banyak digunakan saat ini, baik dilingkungan produksi dan pengembangan.

Sementara Python versi 3 adalah pengembangan lanjutan dari versi 2. Python 3 memiliki lebih banyak fitur dibandingkan Python 2.

Untuk membuka Python 2 kita hanya menggunakan perintah python saja, sedangkan Python 3 menggunakan perintah python3.

Python 2 dan Python 3

Manakah yang harus saya pilih?

Untuk yang baru belajar saya sarankan menggunakan versi 2. Sementara untuk yang sudah mahir, bisa mencoba yang versi 3.

Siapkan Teks Editor/IDE untuk Menulis Kode

Teks editor yang digunakan untuk menulis program python bisa apa saja. Bahkan Notepad pun bisa.

Pada Linux, banyak sekali pilihan teks editor yang bisa digunakan.

Silahkan baca-baca di sini:

Selain teks editor, kita juga bisa menggunakan IDE (Integereted Development Environtment). Namun, nanti kita akan bahas belakangan.

Untuk saat ini kita pakai teks editor saja dulu, biar lebih paham konsep pemrograman.

Mengenal Mode Interaktif Python

Mode interaktif merupakan fasilitas/fitur yang disediakan oleh Python sebagai tempat menulis kode secara interaktif.

Fitur ini dikenal juga dengan Shell, Console, REPL (Read–Eval–Print Loop), interpreter, dsb.

Cara membuka mode interaktif adalah dengan mengetik perintah python pada terminal.

Mode Interaktif Python

untuk keluar dari mode interaktif tekan Ctrl+d atau ketik perintah exit().

Tanda >>>, artinya python siap menerima perintah.

Terdapat juga tanda ... yang berarti secondary prompt atau sub prompt, biasanya muncul saat membuat blok kode dan menulis perintah tunggal dalam beberapa baris.

Mari kita coba memberikan perintah print, perintah ini berfungsi untuk mencetak teks ke layar.

Cobalah tulis print "Hello World" kemudian tekan Enter.

Program Hello world dengan Python

Perintah yang kita tulis langsung dieksekusi dan ditampilkan hasilnya.

Inilah mode interaktif, setiap kode atau perintah yang diketik akan direspon langsung oleh python.

Kita bisa memanfaatkan mode interaktif ini untuk:

  • Uji coba suatu fungsi;
  • Eksperimen modul tertentu;
  • Kalkulator;
  • Mencari bantuan tentang fungsi tertentu;
  • dll.

Hal yang perlu kita coba adalah mencari bantuan tentang fungsi tertentu, karena akan membantu sekali dalam mempelajari python.

Ada dua fungsi yang digunakan untuk mencari bantuan:

  1. fungsi dir() untuk melihat fungsi apa saja yang tersedia pada sebuah modul;
  2. fungsi help() untuk membuka dokumentasi suatu fungsi.

Sebgai contoh, kita akan coba mencari tahu tentang penggunaan modul math.

Pertama kita impor dulu modulnya ke mode interaktif:

>>> import math

Setelah itu kita bisa melihat-lihat, fungsi apa saja yang tersedia di modul tersebut.

>>> dir(math)
['__doc__', '__name__', '__package__', 'acos', 'acosh', 'asin', 'asinh', 'atan', 'atan2', 'atanh', 'ceil', 'copysign', 'cos', 'cosh', 'degrees', 'e', 'erf', 'erfc', 'exp', 'expm1', 'fabs', 'factorial', 'floor', 'fmod', 'frexp', 'fsum', 'gamma', 'hypot', 'isinf', 'isnan', 'ldexp', 'lgamma', 'log', 'log10', 'log1p', 'modf', 'pi', 'pow', 'radians', 'sin', 'sinh', 'sqrt', 'tan', 'tanh', 'trunc']

Lalu, kita bisa cari tahu cara penggunaan fungsi-fungsi tersebut dengan help().

Misalkan kita ingin cari tahu cara penggunaan fungsi pow(), maka kita harus memberikan perintah help(math.pow).

Help on built-in function pow in module math:

pow(...)
    pow(x, y)

    Return x**y (x to the power of y).
(END)

*untuk keluar dari dokumentasi tekan q

Setelah itu, baru kita bisa pakai dan coba fungsinya.

Melihat bantuan dan dokumentasi

Program yang kita tulis dalam mode interaktif tidak akan disimpan. Setelah mode interaktif ditutup, program akan hilang.

Karena itu, kita harus membuat skrip.

Silahkan gunakan teks editor untuk menulis skrip seperti di bawah ini.

Program Python

Setelah itu simpan dengan nama hello_world.py

Simpan program python

Kemudian untuk menjalankan skripnya, gunakan perintah berikut:

python nama_skrip.py

Pastikan mengetik perintah tersebut pada direktori tempat menyimpan skripnya.

Program Hello World dengan python

Alur Kerja Pembuatan Program Python

Alur kerja program python

  1. Membuat skrip python dengan teks editor.
  2. Skrip python diterjemahkan ke dalam kode biner oleh (intepreter) python, sehingga komputer dapat mengerti arti perintah tersebut.
  3. Komputer mengerjakan perintah tersebut.

Paham…?

Sampai tahap ini, kita sudah tahu cara membuat program Python.

Selanjutnya, kita akan belajar cara membuat program Python menggunakan IDE PyCharm.

Pemrograman Python Menggunakan PyCharm

PyCharm merupakan IDE terbaik untuk pemrograman python. PyCharm dibuat oleh JetBrains.

Ada dua versi PyCharm:

  1. Versi Profesional (Trial 30 hari) – Memiliki fitur lebih banyak untuk pemrograman python dan web.
  2. Versi Komunitas (Gratis dan opensource) – Fiturnya standar untuk pemrograman python.

Pada panduan ini, kita akan menggunakan PyCharm versi Komunitas.

Instalasi PyCharm di Linux

Pertama, pastikan komputermu sudah terinstal JDK (Java Development Kit) atau JRE. Karena PyCharm terbuat dari Java dan dia membutuhkan JRE untuk berjalan.

Silahkan baca Cara Instal JDK dan JRE di Linux.

Setelah itu…

Silahkan download PyCharm di website JetBrains.

Download Pycharm

Pastikan men-download yang versi komunitas.

Setelah itu, ikuti langkah-langkah berikut untuk menginstalnya:

  1. Buka File manager sebagai root.

    Buka file manager sebagai root

  2. Cari File PyCharm yang sudah didownload tadi, kemudian ekstrak ke direktori /opt.

    Ekstrak pycharmPada gambar di atas, Saya menggunakan F3 untuk memecah tampilan (tergantung dari file manager yang kamu gunakan).

  3. Buka kembali File Manager sebagai user biasa. Kemudian masuk ke /opt/pycharm-community-2017.1.2/bin dan klik ganda pada file pycharm.sh, lalu pilih run.

    Eksekusi Pycharm

  4. Tunguglah sebentar, maka akan terbuka jendela baru. Pilih Don not import settings, kemudian klik OK.

    Impor setting

  5. Jendela sambutan akan terbuka, silahkan centang “Enable opening file…” agar perintah charm dikenali di terminal. Setelah itu klik Ok.

    Jendela welcom pycharmMasukkan Password bila diminta, setelah itu klik OK.

Selesai…

Coba periksa di menu, apakah sudah ada PyCharm atau tidak?

Menu PyCharm

Membuat Proyek Python di PyCharm

Untuk membuat proyek baru, kita bisa klik “Create new Project” pada jendela sambutan (welcome) PyCharm.

Jendela sambutan pycharm

Atau bisa juga dilakukan melalui menu File->New Project.

Setelah itu, kita akan diminta untuk mengisi nama proyeknya dan memilih versi Python yang akan digunakan.

Isi saja nama proyeknya dengan hello-world dan gunakan Python versi 2 (python2.7).

Nama proyek dan versio python

Maka kita akan langsung di bawah ke area kerja PyCharm.

Proyek baru di pycharm

Selanjutnya, silahkan tambahkan file python dengan klik kanan pada direktori proyek, kemudian pilih New->Python File.

Membuat file python di pycharm

Setelah itu, berikan nama filenya dengan program-pertama dan klik Ok.

Memberikan nama file python di pycharm

Selanjutnya, silahkan tulis kode program-nya.

print "Hello dunia"
print "Selamat datang di pemrograman Python"
print "Saya belajar Python dengan PyCharm"
print "Salam, Petani Kode"

Kemudian buka menu Run->Run… atau tekan tombol Alt+Shift+F10. Kalau muncul pilihan, pilih saja program-pertama.

Menjalankan program python di pycharm

Selamat…

Program pertama kita di PyCharm sudah berhasil dieksekusi.

Begitulah cara membuat program python menggunakan IDE PyCharm, lebih mudah bukan?

Kita tidak perlu membuka terminal untuk mengekseskusi programnya.

Selamat mencoba !

 

Sumber : https://www.petanikode.com/python-linux/

Tingkatkan kualitas developer internal, PT. BANK BJB bersama dengan Dyode Edu menggelar pelatihan lima hari iOS app development with swift

By | Training | No Comments
Ditengah perkembangan dunia digital yang semakin cepat, sudah menjadi syarat mutlak bagi perusahaan untuk selalu menigkatkan kualitas Sumber Daya Manusia  agar memiliki daya saing di dalam berkompetisi. Banyaknya aplikasi yang digunakan oleh masyarakat membuat perusahaan perlu memiliki sumber daya manusia yang mampu mengembangkan aplikasi untuk kebutuhan internal maupun kebutuhan eksternal.
Kondisi di atas membuat PT. BANK BJB bekerjasama dengan Dycode Edu menggelar pelatihan lima hari iOS app development with swift khusus untuk karyawan di departemen IT yang menangani pengembangan aplikasi untuk kebutuhan internal perusahaan.
Bertempat di Dyplex yang juga merupakan kantor dari DycodeEdu , pelatihan ini digelar pada tanggal 24 sampai dengan 28 September 2018 dengan diikuti oleh tiga orang karyawan departemen IT dari PT. BANK BJB.
Kegiatan pelatihan ini diawali dengan pembukaan yang juga dihadiri oleh Dyan R. Helmi selaku Chairman dari Dycode Edu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan tentang bahasa pemograman Swift dan juga Xcode sebagai IDE – nya.
Selama lima hari penuh para peserta mendapat materi yang sangat bermanfaat untuk pengembangan aplikasi berbasis iOS yang nantinya dapat diterapkan di perusahaan. Pembawaan para pengajar yang ramah dan tidak kaku, membuat susana pelatihan menjadi lebih hangat dan penuh dengan suasana kekeluargaan.
Peserta pelatihan sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan pelatihan, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan saat kegiatan sedang berlangsung dan terkadang tanya jawab masih berlangsung walau waktu pelatihan sudah selesai. Akhirnya kegiatan pelatihan diakhiri dengan berfoto bersama juga pemberian sertifikat kepada peserta pelatihan sebagai bekal yang dapat digunakan di kemudian hari.

Terkuak, Cara Mudah Menggunakan Swift

By | News | No Comments

Pemrograman adalah hal yang tidak mudah, terutama jika kamu tidak pandai menghafal. Tergantung pada bahasa yang kamu gunakan, kamu harus mengingat pembagian sintaks, perintah, dan fungsi yang adil. Bahkan jika kamu bekerja dengan kode setiap hari, itu adalah informasi yang mudah terlupakan. Tapi jangan khawatir! Itulah sebenarnya yang menjadi tujuan dari cheat sheet yang kami buat. Lembar contekan Swift yang kami sediakan berisi sintaks umum dan properti data. Mereka berguna ketika kamu menemukan diri kamu terjebak dan perlu bantuan melewati kesalahan

— Agung Prabowo

Kolaborasi Dycode edu Dengan SBM ITB Dalam Pelatihan Pembuatan Website

By | Collaboration, News | No Comments

 

Ditengah pesatnya perkembangan dunia digital, Dycode Edu bersama dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB (SBMITB) telah menyelenggarakan workshop dengan tema “Make Your Own Website in A Snap” pada hari Jumat (21/09/2018) bertempat di Teleconference Room 2302 3rd Floor, LABTEK XIV Building SBM ITB. Workshop yang menghadirkan Rio Rinaldi dari Dycode Edu selaku pemateri dihadiri oleh 40 orang peserta yang merupakan mahasiswa SBM ITB dan juga beberapa mahasiswa dari kampus di sekitar kota Bandung.

 

Dina Dellyana selaku dosen muda SBM ITB, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang selalu diadakan sebagai sarana bagi mahasiswa agar memiliki kemampuan untuk membuat web site yang baik  untuk usaha kecil yang sedang mereka rintis.

 

Kegiatan ini diawali dengan pemaparan singkat mengenai WordPress sebagai platform yang digunakan untuk membuat web site dalam kegiatan kali ini. Pembawaan dari pemateri yang mengedepankan suasana santai membuat peserta merasa nyaman untuk berinteraksi dan menggali informasi. Selain itu dalam kegiatan workshop kali ini para peserta dapat langsung mempraktekan bagaimana cara membuat web site dengan dipandu  oleh beberapa fasilitator dari Dycode Edu.

 

Indah, selaku salah satu peserta yang merintis usaha produk handycrfat yang diproduksi oleh kalangan disabilitas di kota Bandung menyambut baik kegiatan ini. Menurut Indah, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam upaya meningkatkan skill & knowledge bagi calon pengusaha dan usaha kecil di kota Bandung. “Banyaknya informasi yang beragam mengenai pembuatan website kadang membuat saya menjadi ragu dan bingung, namun dengan adanya kegiatan ini, saya menjadi lebih memahami dan semakin tertarik untuk mempelajari bagaimana cara membangun sebuah website dengan baik” tutur Indah di sela – sela mengikuti pelatihan.

 

Di akhir acara pemateri memberi kesempatan seluas – luasnya bagi peserta untuk menyampaikan beberapa pertanyaan berkaitan dengan pembuatan website menggunakan platform WordPress ini. Tingginya antusiasme peserta dalam memberikan pertanyaan cukup membuat kegiatan workshop kali ini menjadi lebih hidup dan bermanfaat.

LULUSAN SMK SUSAH DAPAT KERJA? JADI, SALAH SIAPA?

By | News | No Comments

Katanya, pengangguran terbuka itu didominasi oleh lulusan SMK. Padahal kan, targetnya, lulusan SMK itu begitu lulus langsung dapat kerja. Kenapa bisa gitu ya? Salahnya di mana? Ya, bisa darimana-mana. Bisa langsung tunjuk kepala, kalau mau. Atau bisa beresin sama-sama, kalau mau. Mana pun itu, boleh dicoba. Tapi kalau pinter, mending coba yang lebih jelas hasilnya.

Sekarang, kita coba yang cara tunjuk kepala ya. Siapa pun itu yang ditunjuk, dia yang harus beresin masalahnya.

“INI SALAH ANAK SMK. KALAU ADA KEMAUAN KAN PASTI ADA JALAN. KALAU DIA GAK DAPET KERJA, YA SALAH DIA GAK BERUSAHA!”

Saya lalu coba mengingat masa-masa SMP kelas 3. Untuk memilih jalur pendidikan selanjutnya, saya lihat orang-orang terdekat saya. Rata-rata pada masuk SMA daripada SMK. Dan milihnya IPA, bagus buat melatih logika katanya. Baiklah, saya ikut saja. Gak usah neko-neko. Mari main aman. Fokus belajar pada apapun yang diberikan. Pasti kepakai kok.

Tidak ada celah di pikiran saya untuk mempertanyakan ulang kenapa harus lanjut ke SMA. Karena itu baik, menurut orang-orang terdekat. Kalau ditanya habis lulus SMA mau ngapain, jawabannya, ya kuliah. Walau belum tahu mau kuliah apa. Gimana nanti saja. Beberapa temanku pun berpikir demikian. Jadi, sepertinya ini bukan masalah besar, pikir saya kala itu.

Pengalaman saya tadi bukan tidak mungkin terjadi pada mereka, manusia yang seumuran saya, yang lebih memilih SMK daripada SMA. Karena orang terdekat mereka adalah lulusan SMK, jadinya memilih melanjutkan ke sana, padahal belum tau tujuannya apa. Main aman saja.

Untuk pilih jurusan keahlian, bisa jadi dengan cara cup cup belalang kuncup karena mereka belum tahu apa yang dipelajari di dalamnya. Atau, kalau versi siswi SMK yang saya temui kemarin, dia pilih sekolah di SMK itu alasannya karena dekat dengan rumah. “Jangan yang jauh-jauh”, pesan orang tuanya. Nah, dalam memilih jurusan keahlian, yang penting jurusan yang gampang lulusnya dan bisa dapat ijazah dengan nilai baik karena sepertinya itu yang jadi penilaian perusahaan dalam memilih karyawan, pikirnya.

Jadi anak SMK itu berat. Dituntut harus lebih visioner dari anak SMA karena mereka diharapkan lebih dulu masuk ke dunia kerja. Untuk masuk dunia kerja itu masing-masingnya harus punya kemampuan, dan yang lebih berat lagi kemauan. Bukan hanya kemauan “mau kerja” ya, tapi, “mau inisiatif”, “mau belajar mandiri”, “mau bertanggung jawab”, dan mau-mau  yang lainnya, yang butuh kedewasaan dalam bersikap. Bukan “mau mau tapi malu”. Eis~

Eh tapi ya, jangan kejauhan ngomong tentang kemauan deh. Coba pikir spesies yang kayak saya, spesies yang gak tau maunya apa pada saat seumuran mereka. Gimana coba?

“OKE, KALAU BEGITU, INI SALAH GURU SMK-NYA! HARUSNYA KAN MEREKA YANG MENGARAHKAN. APA YANG DIAJARKAN HARUSNYA SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PERUSAHAAN DAN PERKEMBANGAN ZAMAN!”

Nah, setelah saya membaca tulisan seorang guru di sebuah sekolah swasta ternama di Jakarta yang menulis artikel “Jangan Mau Menjadi Guru”, rasanya susah juga kalau menyalahkan guru. Soalnya, mau jadi guru saja sudah sulit, prosesnya berbelit-belit. Perlu sertifikasi macam-macam dan katanya itu ada pengaruhnya pada pendapatan. Kapan dong mereka ada waktu buat selalu tahu perkembangan kebutuhan di perusahaan? Untuk mengamankan kesejahteraan hidup mereka saja banyak pekerjaan rumahnya. Guru mau membantu anak muda penerus bangsa. Tapi untuk memastikan masa depan anak mereka sendiri saja masih banyak tanda tanyanya. Punya mimpi mencerdaskan kehidupan bangsa itu banyak tantangannya, rupanya.

Ini belum bicara tentang tantangan mereka di lapangan, ya. Faktanya, jumlah guru SMK yang digolongkan berkompeten itu minim. Memang yang dibilang kompeten itu seperti apa sih? Yang bisa ngajarin hal sesuai dengan kebutuhan industri? Ngajar kan ya sesuai kurikulum bukannya? Kurikulumnya sudah distandarkan oleh Dinas Pendidikan kan? Eh eh eh gimana sih jadinya, saya bingung.

Coba saya angkat contoh dari industri teknologi ya. India, salah satu negara yang paling maju ekosistem teknologinya di dunia saja, dibilang kalau 95% lulusan IT-nya itu gak memadai buat kebutuhan industri. Jreng!

“BERARTI, INI SUDAH PASTI SALAHNYA PEMERINTAH YANG KURANG KOORDINASI DENGAN INDUSTRI SAAT INI! MASA KURIKULUMNYA GAK UP TO DATE SIH? HABIS ITU HARUSNYA DIBIKIN JUGA PELATIHAN BUAT GURUNYA, JADI KEMAMPUAN GURUNYA JUGA UP TO DATE, KUALITAS PENGAJARANNYA SEMAKIN NTAP.”

Memang, paling gampang itu menyalahkan mereka yang berada di pucuk pimpinan, ya. Semua yang amburadul, kasih ke mereka aja. Nanti juga diberesin. Kita yang rakyat kecil bisa apa. Kita mah nunggu mandat dari yang atas saja. Kalau taunya hasilnya gak sesuai, ya salah yang memberi mandat, kita kan cuma ngikutin aja. Iya gak?

Kalau kebanyakan setuju dengan apa yang saya tulis di paragraf sebelumnya, berarti grafik yang saya temukan dalam artikel yang membandingkan dan menjabarkan budaya kepemimpinan sebuah negara ini benar adanya. Kita sangat bergantung pada keputusan mereka yang berada di pucuk pimpinan.

Jika itu yang terjadi, upaya menyesuaikan kurikulum dengan standar industri, memberikan pelatihan pada guru, maupun menyiapkan Bursa Kerja Khusus bagi lulusan SMK tidak akan cukup menjawab permasalahan. Yang didapatkan siswa SMK dengan upaya itu tuh ibarat alat dan buku manual penggunaan alatnya. Tapi, mereka nggak tau alat itu mau dipakai untuk apa. Mereka nggak punya bayangan dunia kerja itu seperti apa dan perkembangannya ke arah mana. Jadinya, punya alat canggih pun gak berguna banyak kalau nggak ngerti harus ditingkatkan seperti apa. Oh iya, jangan lupakan juga fakta bahwa mereka butuh kemauan, yang saya sempat singgung di sebelumnya. Kalau punya alat canggih, tapi nggak mau makenya kan jadinya…jadi apa ya…

Sempat saya bertemu dengan beberapa anak SMK kelas tiga jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, dan saya ajak ngobrol. “Selepas sekolah, rencananya kerja di mana?” tanyaku. Ada yang bilang sedapetnya aja, yang penting masih di kota tempat dia tinggal. Tidak ada dia sebut nama perusahaan yang ingin dia incar. Seketemunya aja dari lowongan kerja yang dipajang di sekolahnya. Rincian pekerjaannya seperti apa, dia tidak peduli, yang penting kerja. Ada juga yang cerita kalau habis lulus mau lanjut kuliah. Jurusannya ada yang mau ambil Sastra Inggris, ada yang Akuntansi, ada yang Bisnis Manajemen. Di luar itu, saya menemukan ada yang curhat nih kalau dia jurusan Pariwisata, dan mau ambil kuliah Hukum setelah lulus. Wayolooo! Oke deh, kita gak usah bahas mereka yang berkeputusan ngambil jalur yang berbeda dengan apa yang dipelajari di SMK, itu kan haknya mereka. Lagipula, itu rasanya lebih baik daripada mereka yang belum tahu mau ngapain setelah kelulusan. Nah, yang harus bisa dipastikan selanjutnya adalah SMK dapat menarik calon siswa yang memang memiliki keinginan untuk ahli di jurusan yang dipelajari dan langsung cari kerja begitu lulus. Supaya fitrahnya SMK untuk mencetak lulusan siap kerja bisa dipenuhi.

Tapi eh tapi, gimana caranya ketemu mereka yang punya keinginan itu? Berkaca pada pengalaman pribadi pada usia itu, sulit rasanya untuk punya keinginan mendalami suatu hal kalau ngerasa belum sreg. Sreg, dalam versi saya, adalah sebuah titik dimana penjelasan berdasar fakta saja belum cukup meyakinkan, butuh perasaan untuk berperan di dalamnya. Eh, tapi ya, katanya, untuk ngambil keputusan tuh emang berdasarkan perasaan sih ujung-ujungnya.

Karena sulit membuat keputusan sendiri, akhirnya saya cari referensi untuk dijadikan sebagai inspirasi. Yep, cari mentor! Sosok inspiratif untuk dipelajari, lalu ikuti (dan modifikasi sesuai situasi hahay!). Inspiratif tuh bisa dari pemikirannya, aksinya, cara pemilihan keputusannya, cara berkomunikasi dan berelasi, macam-macam deh! Beruntungnya, saya dipertemukan dengan sosok-sosok hebat ini di berbagai kesempatan yang tak terduga—walau kalau urusan jodoh masih belum dipertemukan juga. Mereka tuh berpengaruh banyak dalam proses saya adaptasi dengan dunia kerja saat ini. Pertanyaannya, bagaimana dengan mereka yang gak punya kesempatan itu?

“NAH, DI SINI INDUSTRI HARUS BERPERAN. KAN MEREKA YANG BUTUH KARYAWAN, BERARTI MEREKA DONG YANG HARUS JADI INSPIRASI. BANYAK ANAK SMK YANG GAK PUNYA IMPIAN KARENA NGGAK KENAL DENGAN INDUSTRI YANG AKAN DIA HADAPI.”

Bisa jadi, bisa jadi! Walau kenyataannya pasti jauh lebih enak ngambil talenta yang “udah jadi”. Apalagi kalau perusahaannya punya banyak uang. Tinggal bajak dari sawah yang sebelah.

Kalau perusahaannya ga punya uang, jadinya mempekerjakan mereka yang mengaku “punya semangat belajar tinggi” saat interview dan melatih mereka sebisanya. Walau gak jarang, begitu udah jadi jagoan, sang perusahaan pun ditinggalkan karena tawaran dari yang punya uang. Loyalitas bagai komoditas. Niatnya sang perusahaan mau investasi, eh karyawannya malah memberi apati.

Tapi, nggak sedikit juga karyawan yang tetap loyal pada perusahaannya. Saat dicari tahu alasannya, sebagian besar berujar karena nyaman dengan lingkungannya, dengan orang-orangnya. Sesulit apapun pekerjaannya bisa dilewati karena mereka yakin banyak teman yang mendukung di belakangnya. Suportif lah. Ini bisa kejadian, mungkin, karena pembawaan budaya dari pemimpinnya yang ditularkan pada karyawannya.

Kebayang susahnya jadi pihak industri? Gimana mau menerima karyawan baru sedangkan yang lamanya saja suka saling berseteru.

“JADI…HARUS TUNJUK SIAPA DONG INI? SALAH SIAPA LULUSAN SMK SUSAH CARI KERJA?”

Entahlah mau tunjuk siapa. Terlalu besar masalahnya hingga semua orang bisa terbawa-bawa. Mungkin kamu yang sedang membaca ini juga ada andil dalam permasalahan ini. Bisa jadi.

Lalu, selanjutnya apa? Ya bergerak. Sebisanya. Bersama-sama.

Akhir pekan kemarin, saya berkesempatan buat lihat pelaksanaan pilot project dari program Kemenkominfo, yaitu SMK Coding, yang berupaya membantu pembekalan keahlian siswa SMK jurusan Rekayasa Perangkat Lunak dengan menggandeng praktisi industri dan komunitas teknologi sebagai mentornya. Tentunya melibatkan pihak sekolah juga di dalamnya. Dua SMK yang saya datangi kemarin adalah SMK Negeri 4 Malang dan SMK Negeri 8 Malang. Wih, anak-anaknya pada antusias puool gitu belajar ngoding di hari Sabtu dan Minggu sementara ada opsi lain untuk jalan-jalan bergembira bersama teman.

Akhir kata, menurutku, keren lah ini kombinasi penggerak programnya! Karena permasalahan SMK pasti gak akan beres kalau cuma saling tunjuk tanpa adanya kolaborasi bersama. Saling berkontribusi sesuai porsinya tentu akan membuat semua hal menjadi lebih mudah. Gotong royong!

Dengan tumbuhnya program kolaboratif seperti SMK Coding, semoga komunikasi antar pihaknya terjalin baik, semakin mengenal satu-sama lain, saling melengkapi, dan dapat menyongsong masa depan bahagia bersama. Hahaha, berasa wejangan kaku dari seorang teman di hari pernikahan mantan gebetannya, ya? Tak apa, yang penting mengandung doa yang baik-baik di dalamnya.

Jadi, masih mau tunjuk kepala atau mulai beresin sama-sama? Mana pun itu, yang penting SMK, Bisa!


Terima kasih buat Mas Sonny dan Kang Helmi atas kesempatan yang diberikan buat saya dapat menyaksikan kegiatan SMK Coding dengan mata kepala saya sendiri (setahuku mata dan kepala punya teman belum bisa dipinjam sih).

Terima kasih banyak pula untuk temanku yang bersedia meninjau dan memberi masukan sebelum tulisan ini dinaikkan:

  • Emen, anak muda yang memilih langsung terjun ke dunia bisnis selepas lulus SMA, sekarang punya kedai kopi di daerah Gegerkalong, Bandung bernama Hellikopi. Jago bikin bangunan, bikin makanan dan minuman, pokoknya semua yang melibatkan racikan dengan tangan. Serba bisa!
  • Sofy Nito Amalia (yang dipanggil Kopi sama Faiz), seorang content writer di Bukalapak yang dulunya lulusan SMK di jurusan Teknik Komputer Jaringan, lalu kuliah ngambil jurusan Manajemen di Undip. Buat kamu anak SMK yang sedang mencari panutan, ini dia orangnya!
  • Afyan Cholil, adik angkatanku di SBM ITB, jurusan Kewirausahaan. Aktif berkegiatan sana-sini, kenalannya banyak banget lintas jurusan. Akan merintis bisnis di bidang teknologi. Mending segera kenalan sekarang deh sebelum orangnya melejit tinggi.

Sumber : https://dhila.blog/2018/09/04/lulusan-smk-susah-dapat-kerja-jadi-salah-siapa/